Kupas Tuntas Ciri Ayam Shamo Laga Yang Sangat Ditakuti

s128, s1288, sabung ayam, adu ayam, laga ayam, agen sabung ayam, s128 sabung ayam, s1288 sabung ayam

Kupas Tuntas Ciri Ayam Shamo Laga Yang Sangat Ditakuti. Info Ayam Shamo yang kita kenal secara a sebagai O – Shamo, tetapi O-Shamo mempunyai  sub – spesies seperti Chu – Shamo, Taiwan – Shamo, Tuzo, masih banyak sub – spesies lain. Perbedaanya di berat dan jenis.s128, s1288, sabung ayam, adu ayam, laga ayam, agen sabung ayam, s128 sabung ayam, s1288 sabung ayam

Judi, di abad ke-16, kata ‘Sham’ yang berarti Siam (Thailand). trah ini berasal  ke Jepang.  menjadi alasan mengapa orang berpendapat jenis ayam ini keturunan jenis ayam hutan Malayoid kuno, yang telah punah. Di awal abad ke – 16, Ieyashu Tokugawa  penguasa Jepang,  memperbolehkan pedagang pelaut Jepang memulai menjalin perdagangan dgn negara – negara di seluruh Asia.

Ayam Shamo Aduan Yang Sangat Ditakuti

Judi Online, Judi Ayam Online,  ‘redseal’, adalah sebuah kapal diberikan izin perdagangan mulai berlayar ke Cina, Burma, Filipina, Vietnam, India, Siam, Indonesia, dan wilayah Asia lainya.  mereka juga mencari hal baru menarik untuk diimpor ke- Jepang. hal menarik itu termasuk berbagai jenis ayam petarung. Ayam ayam ini lalu disilangkan satu dgn yang lain / dengan ayam lokal.

Judi Sabung Ayam, ayam petarung yang diciptakan juga dikembangkan.  keturunan ayam petarung paling sukses bertahan dibiakan untuk dijadikan standar. Ayam petarung berasal dari  Jepang paling terkenal, baik didalam maupun di luar Jepang ialah  O – Shamo. Kadang disebut “Raja Gamefowl” /  rajanya ayam petarung.

Ciri – Ciri Fisik Ayam Shamo :

– Memiliki (jengger) belah tiga atau istilahnya ‘walnutcomb’ Judi Adu Ayam, s128

– Mata cerah, paruh besar dan kuat, ujung sayap  sedikit keluar dari tubuh, untuk sendi sayap mengarah keatas, paha kuat dan otot terlihat jelas.

– Bahu menonjol dgn  sayap kuat pendek mengarah ke bawah.

– Kulit merah di bagian dada yang tidak banyak bulu serta memiliki dada yg bidang.

– Garis ekor yang horisontal, searah punggung, / di antara garis punggung.

– Warna bulu betis  berwarna kuning / kuning dgn  bercak hitam untuk ‘ayam shamo’ dengan warna hitam. Di Eropa, willow – hijau, menurut informasi , warna tak diterima di “standar kesempurnaan” dari Jepang resmi.

–kondisi iklim dan kegemaran berbeda di tiap daerah diJepang, sedikit perbedaan berat ukuran sangat dimungkinkan. Berat ayam jantan sekitar 12,3 Lbs / (5.6 Kg), betina 10,7 Lbs/ (4.8 Kg).  disampaikan oleh Yoshihisa Kubota (Sekretaris Komunitas Ayam di Jepang ) tak banyak dari ayam  di arena sabung ayam. Di Eropa, ayam O-Shamo jantan mempunyai berat minimal 8 , 8 Lbs /(4 Kg), sedangkan ayam betina 6 , 6 Lbs /(3 Kg).

peternak yang menyebut ayam petarung Jepang dgn  banyak sebutan :  Suzuki Shamo, Koyama Shamo, Teramoto Shamo, Makino Shamo,  Seto Shamo.  ayam Shamo yang terkenal di kalangan para peternak (strain). Sama dengan  di indonesia , sebagai contoh meskin Ayam ” x ” berjenis BK dan peternaknya memberikan  nama ‘Jagal’ bukannya berarti ‘Jagal’ ini merupakan trah berbeda dari ayam BK lainya.

Ayam Aduan Shamo

berdasarkan sumber , di jepang hanya ada O – Shamo (Shamo kelas berat) Chu – Shamo (Shamo kelas menengah). O – Shamo berlaga di arena sabung ayam diJepang menggunakan taji tumpul (lepek) tak pernah dengan  taji seperti di arena sabung ayam Indonesia tepatnya di pulau Bali. di beberapa Negara di Belgia, ayam Shamo berlaga dipasangi taji baja. O-Shamo jenis ayam petarung ideal  ukuran badan, kekuatan, berat badan, kecepatan,  stamina, dan daya tahan.

menurut I. Teramoto (mantan Presiden ‘Nippon GGunkei Hyogi Kai’) 2 jenis sabung ayam di arena tarung ayam diJepang :

  1. Pertarungan sabung pemenang ditentukan ketika pertarungan seri, tanpa taji buatan juga tanpa hadiah uang. Semua jenis Shamo dipakai.
  2. Pertarungan tujuannya adalah untuk mendapatkan hadiah uang. Hal ini diperoleh dengan pertarungan cepat juga  ringan di Jepang disebut Satsumadori.

‘Nippon Gunkei Hyogi Kai’ organisasi yang mendukung sabung ayam jenis pertama. Ayam Shamo digunakan di pertarungan 2 kelompok, “Buchidori” (atau semidori) juga “Ukedori”. kelompok “Buchidori” mempunyai leher kuat, konsentrasinya baik, juga cepat. dapat mengalahkan lawannya dalam waktu singkat, teknik pertahanannya lemah. “Ukedori” mempunyai daya tahan tubuh kuat. mampu menghindari serangan .

Pertarungan Sabung Ayam Shamo

sabung ayam dengan waktu istirahat setiap 20 menit, untuk memberikan air ayam aduan hanya selama 1 menit. Laga  Ayam “Buchidori” sebagian besar diselenggarakan musim semi , ayam muda, yang lahir setelah Februari. Laga  dibagi ke dalam 7 kelompok, sesuai berat badan  ayam. Arena Pertandingan / ring digunakan disebut Dokyo / Shiba yang  mempunyai diameter 2 m dan juga dikelilingi bambu rumput kering. babak pertama berlangsung selama 40 menit, babak kedua berlangsung selama 60 menit, babak ketiga, pertandingan babak selanjutnya  berlangsung 70 menit pertandingan final berlangsung selama 90 menit. ayam petarung dinyatakan kalah jika salah satu peristiwa berikut ini terjadi

:

* Tobidashi / Aikiri : ayam berjalan /melompat keluar arena sabung ayam atau dia menunjukkan kalau dia ingin berhenti.

* Hashi zeië : paruh ayam yg menyentuh tanah lebih dari 3 menit

* Munetuki : dada ayam yg menyentuh tanah lebih dari 3 menit

* Kamenoko :  meletakkan kepala di punggung musuh.

Ketika ada ayam kalah setelah pertandingan usai, kedua ayam bisa berpartisipasi  untuk melawan ayam lain. sebagian besar pertarungan ayam di Jepang antara ayam ukuran besar 🙁 +4,5 Kg – 5 Kg ) dan ayam aduan lebih kecil ( lebih ringan. 3,7 Kg ).  ayam aduan lebih kecil harus bisa bertahan selama 1 jam, jika bisa bertahan maka ayam itu  akan menang atau dengan kata lain ayam besar harus mampu meng – KO ayam kecil dgn  jangka waktu di bawah 1 jam. arena pertarungan yang sangat kecil, ayam besar tak bisa  mengambil ruang untuk mengembangkan serangannya dengan maksimal. Ayam lebih kecil, gerakannya lebih cepat tak perlu banyak ruang untuk  bisamenyerang. Jepang satu-satunya negara yang saya tahu dimana pertarungan dilakukan antara ayam dengan kelas / berat yang berbeda.